Kemampuan dan Keterbatasan Visual

Kemampuan persepsi visual tentu tidak jauh dari kemampuan mata dan keterbatasan mata untuk menerima penglihatan dan memprosesnya. Namun, kami telah banyak berkonsentrasi pada persepsi tingkat rendah. Pemrosesan visual melibatkan transformasi dan interpretasi gambar seacra lengkap, dari cahaya yang diterima oleh retina. Disinilah otak kita berperan. Ekpektasi yang di bentuk pada otak atas pengalaman visual akan memengaruhi cara gambar dipersepsikan. Sebagai contoh, jika kita tahu bahwa suatu objek adalah ukuran tertentu, kita akan melihatnya sebagai ukuran itu tidak peduli seberapa jauh benda itu dari kita.

Pemrosesan visual mengkompensasi pergerakan gambar pada retina yang terjadi saat kita bergerak dan saat objek yang kita lihat bergerak. Meskipun citra retina bergerak, gambar yang kita rasakan stabil. Demikian pula warna dan kecerahan objek dianggap konstan, terlepas dari perubahan luminance. Kemampuan untuk menafsirkan dan mengeksploitasi ekspektasi itulah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan ambiguitas. Misalnya, perhatikan gambar yang ditunjukkan pada Gambar 1 Apa yang Anda rasakan?Sekarang perhatikan Gambar 2 dan Gambar 3.

Gambar 1.

Gambar 2.

Gambar 3.

Konteks tempat objek muncul akan membuat kita berekspektasi, yang pada akhirnya akan membuat interpretasi kita berbeda-beda terhadap objek. Sebagaimana gambar 1 terhadap gambar 2, yang akan memiliki makna B, namun gambar 1 terhadap gambar 3 akan memiliki makna 13.

Lebih lanjut, ekspektasi kita juga dapat emnciptakan ilusi optik. Sebagai contoh, simak gambar 4 berikut. Garis mana yang lebih panjang?

Gambar 4. Muller-Lyer Illusion

Kebanyakan orang akan menjawab garis yang berada di atas memiliki ukuran yang lebih panjang. Faktanya, kedua garis ini memiliki panjang yang sama. Hal ini bisa terjadi akibat kegagalan hukum konsistensi pada objek, sehingga menimbulkan ekspektasi yang berbeda antar objek. Ketika ingin merancang sebuah antarmuka, perhatikanlah kemungkingan-kemungkinan ekspektasi pengguna. Ingat prinsip WYSIWYG. What You See Is What You Get!

Sumber:

Alan Dix dkk, Human Computer Interaction 3rd Edition

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.